Senin, 19 Juli 2010

HKTI JADI REBUTAN, PETANI MATI DITENGAH

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia atau yang terkenal dengan singkatan HKTI telah melaksanakan Munasnya beberapa hari yang lalu. Karena ketidak puasan, organisasi yang berjuang memperbaiki nasib petani ini pecah jadi dua. Kedua-duanya mengaku sebagai organisasi yang sah. Kita tentu bingung dengan semua ini, terlebih lagi petani yang ada di desa-desa. Mereka tentu bingung, kenapa semua orang berebut untuk menjadi pemimpin organisasi yang mengambil pekerjaan mereka sebagai dasarnya. Padahal, mungkin selama ini para petani itu tak pernah merasakan manfaat dari organisasi tersebut terhadap kesejahteraan mereka.

Sampai saat ini memang kprah HKTI sangat tidak jelas. Sebagian petani kita pasti tak pernah kenal yang namanya HKTI. Apabila kita tanyakan pada mereka apa itu HKTI, mereka geleng kepala, tersenyum, bahkan bingung. Sulit rasanya mencari hubungan langsung antara HKTI dengan peningkatan kesejahteraan petani. Sepertinya petani hanya dijadikan alat oleh segelintir orang untuk meningkatkatkan status sosialnya semata.

Ketika harga pupuk naik, harga gabah turun, petani menjerit, sementara HKTI tak pernah ada suaranya. Seharusnya para petani kita memiliki bergaining yang kuat untuk meningkatkan harkat dan martabat mereka melalui peningkatan kesejahteraan. Hal ini sepertinya tak pernah terjadi. Hal ini mungkin disebabkan pengurus HKTI itu yang bukan berasal dari petani. Jadi, setiap kebijakan yang mereka ambil sangat jarang berlandaskan kebutuhan ril petani kita. Umumnya para pengurus HKTI itu orang-orang yang sudah sangat mapan dari segi ekonomi, dan tidak berlatar belakang petani, sehingga mereka lebih mementingkan diri pribadi dibandingkan mementingkan para petani kita.

Para tokoh HKTI ramai rebutan jabatan, sementara petani ramai dengan penderitaan. Kita hanya bisa merasa trenyuh dengan tingkah polah para pemimpin organisasi itu. Sulit rasanya percaya bahwa mereka benar-benar memperjuangkan nasib para petani kita. Yang ada adalah mereka rebutan kekuasaan saja. Semoga mereka cepat sadar bahwa siapapun pemimpin HKTI, petani lah yang pertama harus diperhatikan nasibnya. Bukan para pengurus organisasinya.
Sumber :http:\\icai.blogdetik.com\2010\7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ya

Lowongan Kepala Afdeling

Kepala Afdeling PT Union Sampoerna Triputra Persada                          Requirements Berusia antara 25 - 35 tahun Pendidik...