Selasa, 14 Juni 2011

Melestarikan Alam Mikrokosmos

Dalam perspektif Hinduism, alam semesta terbagi dua. Makrokosmos yakni alam semesta dan mikrokosmos yakni manusia. Mengambil substansi pandangan tersebut, melestarikan alam tak dapat dilepaskan dari merawat manusia sebagai miniatur alam.


Perilaku tidak seimbang pada tubuh adalah bentuk pencemaran. Salah satunya adalah perilaku merokok Di daerah urban merokok diidentikkan dengan status sosial, sementara di pedesaan merokok adalah tradisi yang berpindah secara turun-temurun. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilansir pada 2010 menyebutkan, 34,7% penduduk Indonesia menjadi perokok aktif yang kebanyakan berpendidikan rendah.

Jika penduduk Indonesia pada 2010 mencapai 237,56 juta, sekitar 82 juta penduduk yang merokok secara aktif dan mayoritas berasal dari pedesaan. Selain itu, perokok Indonesia juga didominasi oleh kelompok usia di bawah 19 tahun yang mencapai 62,5%. Sementara kelompok usia lebih dari 20 tahun mencapai 37,5%.

Hal ini menunjukkan bahwa kaum muda adalah konsumen rokok terbesar. Ini belum termasuk perokok pasif. Padahal,secara empiris implikasi asap rokok terhadap kesehatan bersifat merugikan.Meski reaksinya tidak manifestasi langsung, pencemaran asap rokok dilaporkan merupakan faktor risiko bagi banyak penyakit mulai dari tumor hingga impotensi.

British American Tobacco sebagai produsen terbesar rokok dunia pun mengakui bahwa rokok adalah faktor risiko sejumlah penyakit fatal. Argumentasi bahwa industri rokok menguntungkan negara melalui mekanisme cukai dapat dibantah. Pendapatan negara melalui cukai rokok pada 2005 sebesar Rp32,5 triliun dan pada 2011 diprediksi mencapai Rp60 triliun.

Namun, biaya yang harus dikeluarkan untuk kesehatan akibat dampak asap rokok berdasar data Quit Tobacco Indonesia pada 2005 mencapai Rp167 triliun atau 5,1 kali lebih besar. Jika asumsi ini digunakan, pada 2011 beban biaya akan meningkat mengingat jumlah perokok dan jumlah produksi batang rokok mengalami peningkatan.

Tantangan mengurangi dampak yang diberikan rokok tak berhenti pada tataran normatif-budaya.Mekanisme regulasi topdown harus menjangkau level rumah tangga. Produksi rokok dapat berjalan,namun masyarakat nonperokok perlu dilindungi dari dampak pasif asap rokok. Agar logika hak asasi individu dengan logika hak bersama untuk sehat tidak bertabrakan.

Menjaga kelestarian alam makro sama pentingnya dengan merawat kelestariannya alam mikro (manusia).Harmonisasi antara keduanya adalah impian ideal akan Indonesia yang sehat.

● GIOVANNI VAN EMPEL Mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Gadjah Mada Peneliti Lingkar Studi Bulaksumur

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/405710/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ya

Lowongan Kepala Afdeling

Kepala Afdeling PT Union Sampoerna Triputra Persada                          Requirements Berusia antara 25 - 35 tahun Pendidik...