Kamis, 16 Juli 2009

Perdebatan tentang Utang Pemerintah

Oleh: Cyrillus Harinowo Hadiwerdoyo



PERDEBATAN tentang utang pemerintah kembali mengemuka beberapa hari terakhir.Berbagai pendapat yang menentang kebijakan pemerintah mengenai pinjaman gencar disampaikan.


Terlepas dari motif yang ada di belakangnya, rasanya menarik untuk memberikan klarifikasi tentang posisi pemerintah dalam masalah ini. Utang pemerintah secara statistik meningkat beberapa waktu terakhir setelah beberapa tahun berhasil ditahan pada tingkat yang kurang lebih sama.

Berdasarkan data Departemen Keuangan,posisi utang pemerintah dari tahun 2000 hingga 2004 berada di bawah Rp1.300 triliun. Selama tiga tahun kemudian, secara berturut-turut, utang pemerintah berada di bawah Rp1.400 triliun. Baru pada tahun berikutnya, yakni akhir 2008, utang itu melonjak menjadi Rp1.636 triliun.

Melihat perkembangan ini, kritik yang muncul, pemerintah telah ceroboh untuk terus membiayai pembangunan dengan menambah utang baru dalam jumlah besar sehingga sulit ditanggung anak cucu. Yang menjadi pertanyaan, apakah tuduhan tersebut berdasar? Dari data statistik yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, lonjakan tajam utang pemerintah lebih disebabkan perkembangan moneter global,bukan akibat agresivitas pemerintah.

Dibandingkan 2007, utang luar negeri Indonesia bertambah dari USD62,25 miliar menjadi USD66,69 miliar.Peningkatan ini terjadi karena sebagian besar utang pemerintah menggunakan mata uang yen yang pada akhir 2008 nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) meningkat tajam. Ini terjadi karena proses deleveraging, perubahan peran mata uang yen.

Mata uang yen semula banyak dipinjam karena bunganya sangat rendah untuk ditanamkan dalam mata uang lain, terutama dolar Australia yang bunganya jauh lebih tinggi. Fenomena yang sering dikenal sebagai yen carry trade tersebut tiba-tiba berbalik sehingga yen, tanpa sebab yang jelas, menjadi sangat menguat terhadap dolar. Faktor kedua adalah menguatnya mata uang dolar AS terhadap rupiah.

Jika pada akhir 2007 nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sebesar Rp9.419, pada akhir 2008 nilai tukar dolar AS meningkat tajam menjadi Rp10.950. Peningkatan nilai tukar mata uang dolar AS ini serta-merta mengakibatkan kenaikan jumlah utang luar negeri dalam rupiah.Jika nilai tukar dolar AS terhadap rupiah stabil pada 2008, kenaikan utang luar negeri yang akan terjadi (dalam rupiah) adalah sebesar Rp41,8 triliun.

Inilah sebetulnya nilai yang lebih disebabkan penguatan mata uang yen terhadap dolar AS. Sementara itu, peningkatan utang luar negeri yang disebabkan penguatan mata uang dolar terhadap rupiah adalah sebesar Rp102 triliun. Apabila dijumlahkan, kedua faktor tersebut mengakibatkan kenaikan utang sebesar Rp143,8 triliun. Ini merupakan jumlah kenaikan utang tanpa pemerintah melakukan apa pun.

Mengingat sebagian besar kenaikan utang pemerintah disebabkan perubahan nilai tukar,dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS beberapa minggu terakhir ini kita akan melihat posisi utang luar negeri pemerintah dalam rupiah juga akan turun.Simetri dengan itu, apakah kemudian kita perlu memuji pemerintah yang telah berhasil menurunkan utang secara drastis hanya dalam waktu sebulan dua bulan saja ?

Menilai Kebijakan Utang Pemerintah

Saya adalah mantan staf Bank Indonesia (BI). Secara turuntemurun, ada warna persaingan antara BI dan Departemen Keuangan. Namun secara tulus saya mengatakan, pengelolaan utang pemerintah yang dilakukan oleh Departemen Keuangan sangat profesional dan patut diacungi jempol.

Dalam konteks global, dua hal penting yang menjadi ukuran pengelolaan keuangan pemerintah adalah tingkat defisit APBN terhadap produk domestik bruto/PDB (tidak boleh melebihi 3%) serta tingkat utang pemerintah terhadap PDB (tidak boleh melebihi 60%). Standar tersebut disakralkan dalam Konstitusi Uni Eropa yang disebut sebagai Maastricht Treaty dan dalam Undang-undang Keuangan Negara Indonesia.

Untuk kedua hal ini, ternyata Pemerintah Indonesia menunjukkan kinerja luar biasa. Dalam hal APBN,Pemerintah Indonesia berhasil menurunkan defisit dan menahannya dalam tingkat yang kecil, yaitu antara 1–2% PDB.Tahun 2008,defisit APBN berada di bawah 1% PDB. Saya sendiri, dengan menghitung dari rekening pemerintah di BI dan perbankan, cenderung menyimpulkan APBN 2008 sebetulnya justru surplus.

Di sisi lain,rasio utang pemerintah terhadap PDB Indonesia menunjukkan kinerja membanggakan. Dari level sekitar 100% pada saat krisis,saat ini rasio utang mencapai sekitar 30%. Angka ini menunjukkan tren terus menurun. Sementara itu,negara-negara G-20 yang berasal dari negara maju memiliki rasio utang di atas 60%.

Amerika Serikat memiliki rasio utang mendekati 100% PDB. Jepang bahkan sudah melampaui 200% PDB. Dua negara yang menjadi bagian BRIC (Brasil, Rusia, India, dan China) dewasa ini juga memiliki rasio utang di atas 60%, yaitu Brasil 65% dan India 80%. Dengan melihat angka-angka ini sebagai pembanding, kita patut berbesar hati melihat hasil yang telah dicapai pemerintah.

Di masa lalu,orang sering membandingkan pembayaran bunga dan cicilan pokok utang luar negeri dengan hasil ekspor, atau yang sering disebut dengan debt service ratio (DSR). Sekarang ini, ekspor Indonesia sudah lebih dari USD100 miliar, bahkan setelah terjadi penurunan ekspor akibat krisis global. Sementara itu, cicilan utang luar negeri serta pembayaran bunganya sudah berada jauh di bawah 20% ekspor.

Ini berarti Indonesia tidak berada dalam lampu merah jika dilihat dari sisi neraca pembayaran. Rasio pembayaran bunga dan cicilan utang terhadap penerimaan pemerintah juga terus menurun. Hal ini terjadi karena penerimaan pemerintah meningkat pesat sejalan dengan peningkatan PDB (umumnya rasio perpajakan atau tax ratio terhadap PDB ditetapkan sama atau bahkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya).

Rasio pembayaran seluruh bunga utang pemerintah, baik utang dalam maupun luar negeri,sekitar 2% PDB.Di Jepang, setiap kenaikan bunga utang 1% saja akan menghasilkan tambahan beban ke APBN sebesar 2% PDB.

Melihat perkembangan ini, rasanya masyarakat perlu menyikapi berbagai pendapat dengan tenang. Rasanya tidak pantas membodohi rakyat atau menakuti mereka dengan kekhawatiran tentang utang tersebut yang sebetulnya tidak berdasar.(*)


URL Source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/247083/38/

CYRILLUS HARINOWO HADIWERDOYO
Pengamat Ekonomi

Lanjutkan (Membunuh) KPK


Oleh: Saldi Isra

Komisi Pemberantasan Korupsi tengah berjuang menghadapi sakratulmaut. Bukan tidak mungkin, ”malaikat maut” segera mencabut nyawa KPK, lembaga yang ditakuti dan dibenci para koruptor.

Jamak diketahui, meski masih ada banyak catatan, KPK berhasil menyentuh hampir semua episentrum korupsi yang selama ini sulit dijangkau lembaga penegak hukum konvensional. Diakui atau tidak, sepanjang sejarah penegakan hukum di negeri ini, belum pernah ada capaian pemberantasan korupsi sebagaimana terjadi selama terbentuknya KPK.

Dengan sepak terjang KPK, banyak kalangan merasa gerah. Terlebih saat KPK masuk ke wilayah-wilayah yang selama ini mempunyai posisi politik amat kuat, termasuk penangkapan sejumlah anggota DPR yang terlibat kasus korupsi.

Dari catatan yang ada, sebenarnya kegerahan atas langkah KPK bukan hanya muncul belakangan. Resistensi sudah muncul sejak KPK menjamah kasus-kasus besar (skandal) korupsi. Karena resistensi lebih banyak datang dari mereka yang tersangkut kasus korupsi, isu corruptors fight back cukup untuk menghadapinya.

Namun, ketika kegerahan masuk wilayah para pengambil keputusan, eksistensi KPK benar-benar terancam. Misalnya, bagaimana proses seleksi calon pimpinan KPK generasi kedua menyingkirkan sebagian figur yang dikenal memiliki keberanian, integritas, dan kompetensi dalam proses fit and proper test di DPR. Atau dengan cara lain, melalui proses legislasi, hingga kini RUU Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) masih jauh dari selesai.

Upaya membunuh KPK

Terkuaknya dugaan keterlibatan Antasari Azhar dalam pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen memberi dampak luar biasa atas eksistensi KPK. Melihat gejala yang ada, skandal kematian Nasrudin potensial menjadi menjadi titik balik sekaligus menjadi serangan balik terhadap KPK. Sejak skandal itu, upaya membunuh KPK sepertinya berjalan secara sistematis.

Masih segar dalam ingatan kita, betapa bernafsunya sebagian anggota DPR untuk menghentikan semua upaya penegakan hukum yang akan dilakukan KPK. Argumentasi yang digunakan cukup sederhana, dengan nonaktifnya Antasari Azhar, pimpinan KPK tidak lagi memenuhi syarat kolektif sebagaimana diisyaratkan Pasal 21 UU KPK. Bagi mereka, kolektif harus berjumlah lima orang. Jika pimpinan kurang dari lima, KPK tidak dapat lagi menjalankan kewenangan untuk melakukan penyidikan atau penuntutan.

Beruntung, argumentasi itu dibantah sebagian anggota DPR yang lain. Karena itu, ibarat menepuk air di dulang, argumentasi kolektivitas yang digunakan sebagian anggota DPR itu akhirnya memercik ke muka sendiri. Argumentasi kolektif itu lebih banyak datang dari anggota DPR yang selama ini bersuara miring terhadap eksistensi KPK.

Tidak lazim

Belum usai keterperangahan publik menghadapi upaya pembunuhan KPK melalui argumentasi pimpinan kolektif, tiba-tiba BPKP melakukan langkah tidak lazim: berupaya mengaudit KPK. Padahal, sebagai auditor internal pemerintah, BPKP sama sekali tak berwenang mengaudit lembaga independen, termasuk KPK. Ketidaklaziman tindakan BPKP ini terasa kian aneh saat Kepala BPKP Didi Widayadi menyatakan rencana mengaudit KPK dilakukan atas perintah Presiden. Meskipun Yudhoyono membantah pernyataan itu, sulit dipercaya bahwa tindakan BPKP atas inisiatif sendiri.

Dari semua upaya yang ada, tindakan yang dilakukan kepolisian benar-benar masuk ke jantung pertahanan KPK. Pada akhir Juni lalu, Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Hasil pemeriksaan itu belum tentu membuat kasus pembunuhan kian terang. Yang dirasakan publik, pemeriksaan Chandra Hamzah sepertinya sedang bergerak menuju pendulum berbeda.

Dalam hal ini, menarik menyimak pendapat Ketua Pengurus Masyarakat Transparansi Indonesia Hamid Chalid (Kompas, 2/7), polisi seolah bicara kasus Antasari, tetapi jangan-jangan semacam preemtive action. Kecurigaan Hamid bukan tanpa alasan karena polisi amat agresif mempersoalkan kewenangan penyadapan KPK. Yang paling meresahkan dan menakutkan, sedang dibangun upaya sistemik berupa kriminalisasi atas kewenangan penyadapan yang dilakukan KPK.

Lanjutkan KPK

Merujuk tenggat yang terjadi, hampir semua langkah untuk membunuh KPK terjadi dalam masa-masa menuju pemilihan umum presiden 8 Juli. Aneh sekaligus mengherankan, tidak ada calon presiden yang memberi dukungan (terbuka) bagi KPK. Jangankan dukungan, rasa prihatin saja tak keluar dari para calon presiden.
Selain itu, masalah-masalah krusial lain yang berhubungan erat dengan pemberantasan korupsi juga tidak mendapat solusi dan dukungan terbuka. Salah satunya, isu krusial dalam RUU Pengadilan Khusus Tipikor, yaitu komposisi hakim ad hoc. Sepanjang masa kampanye, tidak ada calon presiden yang berani secara nyata menyatakan mempertahankan komposisi hakim ad hoc yang ada saat ini.

Karena itu, secara jujur harus diakui, agenda pemberantasan korupsi yang ditawarkan calon presiden dalam masa kampanye lalu jauh tertinggal jika dibandingkan dengan tahun 2004. Padahal, ancaman korupsi tidak kalah seriusnya dibandingkan dengan lima tahun lalu. Masalahnya, jika dalam suasana menuju pemilihan presiden saja sulit meraih komitmen untuk meneruskan dan meningkatkan agenda pemberantasan korupsi (termasuk dukungan bagi KPK), pasca-8 Juli bisa menjadi semakin sulit.

Yang terasa, saat ini agenda pemberantasan korupsi sedang dalam masa sulit. Meski demikian, kita tidak boleh menyerah pada segala upaya yang bermuara pada melemahnya agenda memberantas korupsi. Karena itu, sebagai pasangan yang mendapat dukungan terbesar pada 8 Juli lalu, Yudhoyono-Boediono punya tanggung jawab besar dan tidak boleh surut dalam memberantas korupsi.

Diyakini, kepercayaan pemilih (terutama bagi Yudhoyono) untuk meneruskan pemerintahan pada periode kedua harus dibaca dan dimaknai sebagai perpanjangan amanat untuk melanjutkan agenda pemberantasan korupsi. Artinya, eksistensi KPK harus dilanjutkan dan jangan lanjutkan (lagi) segala macam upaya yang dapat membunuh KPK.

Saldi Isra Dosen Hukum Tata Negara; Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang

Senin, 13 Juli 2009

Menghadapi Supervisor Tidak Bertanggung Jawab

Anda tak habis pikir dengan perilaku supervisor Anda. Ia sering datang terlambat dan pulang kantor seenaknya. Ia juga sering membebankan pekerjaan pada anak buahnya. Yang paling bikin kesal, ia suka melempar tanggung jawab. Kelakuan buruknya ini sebenarnya telah menjadi rahasia umum di divisi Anda. Namun entah mengapa atasan tidak melakukan tindakan apa pun. Sebagian teman Anda menyarankan untuk melaporkan si supervisor kepada atasan. Haruskah saran ini diikuti?

Menurut Donna Tunner, praktisi sumber daya manusia dari Experd, supaya supervisor dan atasan Anda dapat bekerja efektif, maka komunikasi yang berjalan perlu "dua arah". Sebenarnya baik supervisor maupun atasan/manajer, sangat membutuhkan masukan dari Anda, anak buahnya. Bertolakbelakang dengan sekadar pasrah namun menggerutu, akan jauh lebih produktif bila Anda rajin bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan output kerja. Seperti apa yang diinginkan, rajin meminta saran bila merasa menghadapi kesulitan atau tantangan dalam mencapai output yang diinginkan, rajin memberikan argumentasi sehat atas issue-issue yang ada, sesuai dengan tugas dan wewenang Anda, dikaitkan dengan tugas dan wewenang supervisor dan atasan/manajer Anda.

Sudahkah Anda melakukan hal-hal ini? Khususnya berkaitan dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada Anda, sudahkah Anda mengonfirmasikan lebih dulu kepada supervisor, agar output yang Anda hasilkan sesuai dengan target yang diinginkan?

Atasan Anda perlu tahu mengenai kondisi kerja yang terjadi. Ia tidak bisa mengabaikan, tidak tahu-menahu atau menutup sebelah mata atas kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh anak buah, dalam berinteraksi dengan supervisor, terlebih yang berkaitan dengan output kerja. Atasan Anda (manajer) berkewajiban untuk antara lain melaksanakan regular meeting, menetapkan konteks kerja, membuat perencanaan, menetapkan penugasan secara efektif, menilai seberapa efektif Anda dan anak buah dari supervisor menjalankan tugas, me-review jasa, kinerja baik dari anak buahnya. Agar kerja Anda bisa produktif, tentunya info-info penting yang potensial menyebabkan tim kerja tidak produktif, perlu ia ketahui.

Langkah awal yang bisa Anda lakukan dalam upaya membenahi kondisi ini antara lain:
1. Hindari membicarakan orang lain dalam situasi tidak kondusif. Cari pihak yang Anda anggap kredibel, bisa bersikap netral di tim kerja Anda. Anda percaya dan bisa memberikan input obyektif pada Anda mengenai kondisi kerja yang Anda hadapi saat ini dengan si supervisor. Ketahui apa wewenang dan tanggung jawab supervisor secara umum.

2. Sampaikan secara terbuka masalah Anda pada supervisor Anda, memanfaatkan waktu dan tempat yang tepat. Bila tidak ada kemajuan yang berarti, atau bila supervisor menutup diri untuk berdiskusi dengan Anda, sampaikan permasalahan Anda kepada atasan langsung (si manajer), mengenai hambatan di tempat kerja yang Anda hadapi saat ini. Ekspresikan niat dan sikap terbuka Anda untuk bekerja kooperatif dengan siapa saja, termasuk dengan supervisor Anda.

3. Secara obyektif sampaikan strength supervisor Anda, bila ada, supaya info yang Anda berikan lebih berimbang. Infokan data faktual progress kerja termasuk output yang dihasilkan akibat kondisi ini. Klarifikasikan lagi apa ekspektasi atasan Anda, bila beban kerja saat ini membebani Anda. Akan lebih baik bila Anda bisa menunjukkan empati Anda pada supervisor dan atasan sampai Anda berkonsultasi dengannya, karena mungkin saja masalah yang Anda hadapi ada pada level permukaan, ada lapisan lain yang menuntut kontribusi lebih luas dari pihak manajemen dan pihak terkait lainnya.
source:www.kompas.com

Jadilah Pegawai Paling Disayang Perusahaan

Krisis global akhirnya menemukan jalannya ke berbagai hal. Tak sedikit karyawan dan pegawai di berbagai bidang terkena imbasnya. Tak ada yang benar-benar bisa mengetahui masa depan kita, termasuk pekerjaan kita. Amat penting bagi kita untuk menjaga kredibilitas dan profesionalitas dalam mengerjakan pekerjaan.

Memang, ada beberapa hal yang tak dapat kita kontrol dalam perjalanan karir, seperti senioritas, KKN, dan hal-hal lainnya. Namun, masih ada beberapa hal yang bisa dikontrol, dan bisa memberikan perbedaan dalam menentukan, seberapa berharganya Anda sebagai karyawan, yakni; dedikasi, visibilitas, dan keahlian khusus.

Berikut adalah lima tips yang bisa Anda lakukan untuk tetap mengendalikan keadaan:
1. Tentukan hari apa Anda datang paling pagi. Datang ke kantor sebelum atasan Anda tiba. Jika memungkinkan, tentukan hari-hari dalam seminggu untuk datang lebih pagi dari orang lain di kantor. Tak perlu hari yang sama setiap minggu, tak perlu datang subuh, namun dengan datang paling pagi, dan menyambut teman-teman yang datang belakangan memberikan kesan bahwa Anda senang untuk memulai hari dengan bekerja. Ini juga menempatkan Anda di radar bos dan memperlihatkan kepada semua orang, bahwa Anda pun memiliki dedikasi untuk perusahaan. Tentunya, begitu datang Anda juga langsung memulai pekerjaan, jangan santai-santai karena belum ada yang datang. Ingat pepatah waktu SD? Early to bed, early to rise, makes a man healty, wealthy, and wise.

2. Atur kapan hari lembur. Sama seperti yang di atas, buktikan bahwa Anda benar-benar berdedikasi dengan mencoba untuk tidak menunda pekerjaan. Tentukan berapa hari dalam seminggu Anda mau bekerja lembur. Tentunya, sesuaikan dengan kapan Anda akan datang lebih pagi.

3. Terlihat sibuk. Memang terdengar klise dan berlebihan. Namun, di kehidupan yang cepat, ketika semuanya nampak tak bisa pelan, amat penting untuk terlihat sibuk dan banyak kerjaan di kantor. Ini menunjukkan antusiasme Anda dan bahwa Anda penuh energi di kantor. Seperti suatu tulisan yang terdapat di New York Times, bahwa banyak pekerja yang harus terlihat sibuk dalam mengerjakan pekerjaannya, agar ia terlihat baik di mata atasannya. Bahkan para pekerja di sebuah toko pakaian memberikan pernyataan, bahwa ia memang harus terus bergerak, mengerjakan sesuatu. Entah itu hanya merapikan kaus-kaus, mengelap kaca, bahkan mengatur gantungan baju. Dengan sibuk bekerja, ia menciptakan kehidupan di toko pakaiannya, sekaligus menebarkan energi positif.

4. Sibukkan diri. Cobalah untuk bekerja sekeras mungkin. Kalau bisa, ambil pekerjaan ekstra, mungkin dengan menanyakan apakah rekan Anda butuh bantuan jika Anda masih memiliki waktu berlebih. Ubahlah pikiran, “Gaji saya bukan untuk mengerjakan hal-hal semacam ini”, dengan pikiran “Mereka sudah membayar saya untuk bekerja.” Perusahaan Anda mungkin belum banyak merasakan imbas dari krisis global ini, namun tak ada salahnya untuk berjaga-jaga dan selalu berpikiran positif, bahwa Anda beruntung masih memiliki pekerjaan dengan gaji yang rutin diberikan setiap bulan. Perusahaan sedang berjuang untuk bisa terus berjalan, maka mereka akan membutuhkan orang-orang yang bisa diandalkan, yang mau bekerja keras tanpa banyak pamrih. Plus, kinerja Anda pun akan dinilai baik oleh para rekan kerja dan atasan. Ini adalah nilai tambah untuk Anda.

5. Perluas kemampuan diri. Bayangkan Anda adalah mahasiswa yang baru lulus; Anda pasti bersedia magang di sebuah perusahaan untuk mendapatkan pengalaman pernah bekerja, bahkan meskipun honornya tak terlalu besar. Ketika Anda memiliki waktu luang, coba mulai mengajukan diri untuk belajar di divisi lain. Sempatkan untuk memperluas pengetahuan di bidang lain. Bisa juga dengan belajar bahasa asing atau belajar mengoperasikan mesin kantor, misalnya. Keahlian baru ini bisa Anda tambahkan dalam resume, bahwa Anda memiliki nilai lebih dari sekadar lulus perguruan tinggi.

NAD

Sumber : yahoo.com

Tipe Pekerja Macam Apakah Anda?

Bergejolaknya ekonomi membuat banyak orang kesulitan mencari pekerjaan. Kita di Indonesia mungkin memang belum banyak terkena imbasnya. Namun dengan tenaga pekerja yang makin bertumbuh, sementara pasaran lowongan kerja masih terbatas, makin ketat pula persaingannya. Jadi, apa yang bisa Anda lakukan? Anda bisa mencoba menjadi yang terbaik. Untuk menjadi yang terbaik, Anda harus menyukai dan melakukan pekerjaan sebaik-baiknya.

Untuk menemukan pekerjaan yang tepat, sangatlah penting untuk memahami tipe pekerja macam apa Anda, dan apa yang menggerakkan Anda untuk memenuhi kebutuhan serta kepenuhan diri. Tergerak karena gairah dan kesenangan, pasti akan membuat Anda lebih bersinar saat wawancara kerja. Terlebih lagi Anda akan selalu terpacu untuk lebih baik lagi. Gairah plus skill adalah kombinasi yang berakibat pada lahirnya hasil kerja yang luar biasa. Jadi, daripada memfokuskan diri pada titel dan jenis pekerjaan, mengapa tidak memfokuskan diri untuk mencari pekerjaan yang memberikan kepenuhan terhadap gairah Anda? Hal ini akan membuka kemungkinan lebih banyak lagi dalam mencari pekerjaan dan memenuhi keinginan Anda.

Purpose Linked Consulting mendeteksi 10 gaya bekerja yang sering tampak dan dilakukan oleh para karyawan. Anda bisa mencari jenis karyawan seperti apakah yang sesuai gaya bekerja Anda dalam Passion Archetypes. Berikut adalah tipe-tipe cara pekerja melakukan pekerjaannya:
The Builder: Ini merupakan tipe kepribadian yang terbuka dengan segala macam kesempatan untuk mengembangkan bisnis baru atau fungsi baru untuk membuka sebuah lahan baru. Tipe Pembangun mencintai sebuah teritori yang belum dimiliki orang lain. Bekerja amat baik untuk mencapai sebuah tujuan yang ditetapkan. Mereka membutuhkan kebebasan untuk menciptakan “jejak” mereka demi mencapai gol tersebut. Tipe Pembangun adalah tipe yang tak kenal lelah untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam bisnis, dan umumnya adalah pemimpin sejati.

The Transformer: Tipe Pengubah adalah orang yang senang dengan perubahan. Mereka bisa maju melawan segala kekacauan dan perubahan. Tipe ini sangat mudah beradaptasi dan akan baik menghadapi perubahan dan kemungkinan perubahan ke arah yang lebih baik. Mereka biasanya tak akan menunggu agar terjadi perubahan, tetapi akan mencari kesempatan untuk melakukan perubahan. Mereka cenderung bosan menghadapi keadaan yang sama dari waktu ke waktu.

The Processor: Senang meneliti dan mengamati sesuatu adalah tipe pribadi ini. Mereka senang mengkaji informasi dan data untuk melihat apa yang akan dihasilkan. Mereka mengantisipasi apa perubahan/koreksi yang dibutuhkan untuk menindaklanjuti informasi yang mereka dapatkan. Mereka senang menjadi orang di belakang layar yang menyelamatkan perusahaan atau diri mereka dari kesalahan yang amat berat.

The Altruist: Tipe ini adalah tipe orang-orang yang memiliki gairah besar untuk memberi. Ia akan sangat baik jika ditempatkan sebagai kompas moral perusahaan. Altruis akan menantang perusahaan untuk bisa memberikan sesuatu yang baik kepada masyarakat.

The Healer: Mereka adalah orang-orang yang dicari ketika ada masalah. Mereka adalah tempat bersandar ketika ada yang tak berjalan dengan benar. Mereka biasanya adalah tipe yang pertama kali menyadari jika ada yang tak berjalan dengan benar dengan perusahaan, dan akan maju untuk memberikan suatu solusi.

The Connector: Dengan sebuah gairah untuk berkomunikasi, bernegosiasi, dan membangun jembatan di antara manusia, tipe ini adalah seorang insinyur hubungan. Mereka sering mencari kesamaan dari dua pihak yang bertikai agar bisa menyatukan visi dan jalan.

The Creator: Seperti seorang ahli, tipe ini akan menggunakan sebuah konsep dan menerjemahkannya ke dalam bentuk yang bisa diapresiasi orang lain. Kreator memfokuskan diri kepada suatu bentuk yang estetik, dan mencari sebuah keindahan dan fungsionalitas dalam apa pun yang bisa mereka manifestasikan dalam pekerjaan.

The Teacher: Mereka adalah individu-individu yang senang mengajak orang-orang untuk belajar dan pencari pengetahuan. Tipe seperti ini bisa diandalkan untuk membantu orang lain berkembang, untuk menerjemahkan informasi yang mudah dimengerti orang lain. Mereka juga senang membagi pengetahuan mereka kepada orang lain.

The Discoverer: Tipe ini adalah orang yang senang mengeksplorasi ragam hal. Mereka suka mendesain eksperimen atau pendekatan yang bisa membuka tabir kebenaran. Mereka bisa dibilang adalah inovator yang senang menyelesaikan teka-teki menantang.

The Conceiver: Tipe ini merupakan tipe yang berakrobat dengan intelektual. Mereka secara konsisten mendorong diri hingga batas. Biasanya mereka adalah orang yang datang dengan ide-ide luar biasa untuk menciptakan sebuah gagasan, produk, pelayanan, proses, atau strategi. Karena mereka seringkali berada di luar batas pola yang biasa, mereka seringkali mampu mendobrak hal-hal yang lama.

Kebanyakan dari kita akan menghabiskan waktu sekitar 84.000 jam dari hidup kita untuk bekerja. Di jaman seperti sekarang, organisasi seakan meminta para pegawainya untuk bisa memberikan lebih kepada perusahaan. Jadi, mengapa tidak menggunakan waktu kita untuk membangun karier yang Anda sukai? Melamar pekerjaan yang sesuai dengan gairah dan kemampuan adalah formula utama yang bisa memberikan perbedaan terhadap “hanya bekerja” atau “menciptakan sebuah gaya hidup”.


NAD
Sumber :www.kompas.com

SALES MANAGER

IPI SUNIJAYA, PT

Company Description

JOB VACANCY

PT. IPI SUNIJAYA is a growing manufacturing company for industrial business that focus on value added service and meeting our valuable customers’ expectations. In response to our group rapid business growth,

PT. IPI SUNIJAYA seeks and invites some highly qualified, committed, and dynamic professionals who want a challenge and be part of our innovative team.



SALES MANAGER Post Date: 13 Jul 09

Responsibility:

  • Highly motivated in work
  • Develops sales planning strategies and development programs for selling product
  • Takes responsibility for sales and collecting data and analyzing all available data into developing specific recommendation and solution
  • Manage and maintain customer

Qualification:

  • Male with age between of 35-45 years old
  • Minimum S1 Degree in Agronomi-Pertanian/Economy
  • At least 2-3 years related working experience
  • Well-developed knowledge and experience in sales activity
  • Strong analytical an good understanding of HR related knowledge
  • Good interpersonal skills to form effective working relationships with people at all levels
  • Creative, fast learner and highly motivated with excellent service attitude
  • Have initiative and ability to cope with rapidly changing and dynamic lifestyle
  • Fluent in English, both written and spoken
  • Strong communication and presentation skills
  • Computer literate, especially MS office and Internet

The successful candidate will be based in Jakarta office with an attractive employment package. The offering competitive employment terms and remuneration package will be matching with the capabilities and skills set.

If you find these positions challenging, please send in your comprehensive CV with 2 photos

(non - returnable) quoting your all copy background at the back of envelope and address to :

HRD IPI

Jl. Lingkar Luar Barat No. 23E

Cengkareng, Jakarta Barat 11750

or sent email to :

ipi.hrd@gmail.com

"Biochar" Suburkan Lahan dan Serap Karbon

Pembentukan biochar atau arang hayati dengan potensi jutaan ton setiap tahunnya secara ilmiah mampu menyuburkan lahan sekaligus bermanfaat menyerap karbon. Namun, potensi ini masih terabaikan padahal bahan baku melimpah, seperti sekam serta jerami padi, tempurung kelapa, limbah biji sawit, dan limbah industri kayu.

”Tidak perlu mekanisme yang sulit untuk berpartisipasi mengurangi emisi karbon. Potensi biochar sangat berlimpah, tetapi implementasinya sampai sekarang masih sangat sedikit,” kata peneliti ekofisiologi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi, Anischan Gani, dalam seminar di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor, Kamis (18/6).

Gani memaparkan, pemanfaatan biochar khususnya untuk perbaikan lahan pertanian. Manfaat lainnya adalah dapat menyimpan karbon secara stabil selama ribuan tahun dengan cara dibenamkan ke dalam lahan itu.

Pembicara lainnya yaitu peneliti pada Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Yudi Widodo. Yudi menyampaikan makalah mengenai peran ubi-ubian untuk antisipasi pangan dan energi dalam menghadapi pemanasan global.

Menurut Gani, biochar merupakan arang hayati dari sebuah pembakaran tidak sempurna sehingga menyisakan unsur hara yang menyuburkan lahan. Jika pembakaran berlangsung sempurna, biochar berubah menjadi abu dan melepas karbon. ”Berbeda dengan pupuk bahan organik yang mengalami pembusukan itu akan melepas emisi berupa metana yang 21 kali lipat besarnya melebihi karbon dioksida dalam menyebabkan pemanasan global,” ujarnya.

Yudi mengemukakan, ubi-ubian sebagai tanaman penghasil karbohidrat dapat dikembangkan dengan sistem wanatani. Pengembangan ubi-ubian bisa dilakukan di bawah naungan pepohonan di hutan sekaligus dapat menyelamatkan hutan dan memenuhi kebutuhan pangan dan energi.


KOMPAS Nawa Tunggal

source:http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/06/20/1058258/biochar.suburkan.lahan.dan.serap.karbon.

Lowongan Kepala Afdeling

Kepala Afdeling PT Union Sampoerna Triputra Persada                          Requirements Berusia antara 25 - 35 tahun Pendidik...