Kamis, 17 Maret 2011

Mencegah Krisis Beras Dunia

Oleh: Sjamsu Rahardja

Krisis harga pangan dunia seperti yang terjadi pada tahun 2008 tampaknya tidak akan terulang dalam waktu dekat.

Akan tetapi, harga dunia sejumlah pangan dan sejumlah komoditas pertanian sudah menunjukkan peningkatan tajam sejak pertengahan tahun 2010. Untungnya sejauh ini harga beras di pasar internasional terpantau lebih stabil.

Para pengamat memperkirakan permintaan dan persediaan beras dunia akan seimbang sepanjang triwulan pertama karena persediaan dari Thailand dan Vietnam cukup memadai, sementara permintaan dari Filipina diperkirakan akan menurun. Kendati demikian, kekhawatiran terhadap stabilitas pangan dunia membuat India terus membatasi ekspor beras dan berakibat pada tingginya harga yang harus dibayar Banglades untuk beras impor.

Tidak berlebihan jika kenaikan indeks harga produk pertanian internasional tersebut telah meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya kenaikan harga beras di pasar internasional. Peningkatan tajam harga beras dapat memicu suatu krisis kemiskinan karena begitu banyak orang di Asia Timur yang menghabiskan pendapatan mereka untuk beras. Hal ini juga menjadi sangat relevan bagi Indonesia mengingat kerentanan masyarakat miskin dan hampir miskin di Indonesia terhadap gejolak harga beras.

Dalam sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan oleh Kantor Bank Dunia di Jakarta, banyak hal yang kiranya dapat kita pelajari dari peningkatan tajam harga beras internasional—sebanyak tiga kali lipat dalam kurun empat bulan menjelang Mei 2008. Hasil penelitian ini sangat penting bagi para pembuat kebijakan—tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara Asia lain—guna memahami faktor-faktor pendorong kenaikan harga beras dunia dan merespons gelembung (bubble) harga beras pada masa depan.

Tahun 2008, banyak pengamat berusaha menjelaskan kenaikan harga beras di pasar internasional dengan menggunakan faktor-faktor yang telah dikenal sebagai pendorong kenaikan harga dunia gandum.

Mereka menilai harga beras di pasar internasional naik akibat lemahnya dollar AS, meningkatnya harga energi, dan meningkatnya permintaan bahan bakar bio (biofuels). Sejumlah pengamat lain juga mengaitkan kenaikan harga beras di pasar internasional dengan berkurangnya produksi akibat gagal panen dan naiknya permintaan. Beberapa pengamat juga memperkirakan spekulasi finansial dalam futures market untuk beras sebagai salah satu penyebab.

Penimbunan dan spekulasi

Penelitian Bank Dunia mempelajari semua klaim tersebut dan menganalisis ciri-ciri spesifik pasar beras dunia guna mengidentifikasi penyebab utama kenaikan harga beras di pasar internasional pada tahun 2008. Penelitian ini menunjukkan, volume pasar beras internasional tergolong ”tipis”. Kurang dari 5 persen produksi beras dunia diperdagangkan di pasar internasional. Oleh karena itu, harga beras sangat rentan terhadap perubahan kecil permintaan atau produksi.

Selain itu, sebagian besar beras yang diekspor juga hanya berasal dari tiga negara: Thailand, India, dan Vietnam. Pada saat bersamaan, naiknya harga beras di pasar domestik secara politis mendorong pemerintah negara-negara di Asia mengontrol harga beras guna melindungi konstituennya. Hal ini menjadikan isu harga beras isu politik yang sangat sensitif.

Temuan paling penting dari penelitian tersebut adalah semua faktor yang diperkirakan para pengamat sebagai penyebab kenaikan harga beras di pasar internasional pada tahun 2008 ternyata salah. Penelitian tersebut mengungkap bahwa perubahan kebijakan pembatasan ekspor yang dilakukan negara-negara pengekspor beras yang dibarengi dengan upaya-upaya negara-negara pengimpor beras untuk memastikan ketersediaan beras dengan harga berapa pun menyebabkan terjadinya penimbunan dan spekulasi harga.

”Tipisnya” pasar beras internasional juga menyebabkan harga sangat rentan terhadap kebijakan-kebijakan perdagangan yang kurang bijaksana. Batasan untuk ekspor beras menimbulkan dampak yang berlawanan dari apa yang diharapkan untuk pasar lokal di negara-negara yang menerapkannya.

Yakni, harga beras meningkat tajam di India dan Vietnam dikarenakan pembelian yang dipicu kepanikan (panic buying) dan penimbunan. Ketika setiap negara secara terpisah menerapkan upaya-upaya untuk melindungi keamanan pangan, meski hal ini sepintas logis untuk dilakukan, dampak yang didapatkan oleh beberapa negara tersebut menjadi berlawanan dari apa yang diinginkan.

Implikasi utama dari kebijakan ini adalah makin tertutupnya perdagangan beras dan terciptanya gelembung harga yang memperparah kemiskinan di negara-negara Asia di mana beras adalah bahan pangan pokok.

Larangan ekspor

Peningkatan tajam harga beras tahun 2008 pada akhirnya mulai terhenti setelah Jepang mengumumkan akan mengeluarkan 300.000 ton beras dari persediaan mereka ke pasar internasional pada awal bulan Juni tahun itu. Komitmen itu ternyata memainkan peranan penting dalam menenangkan pasar dan langsung memperbaiki fundamental pasar beras internasional. Tak lama kemudian, Vietnam juga mencabut larangan ekspor beras. Pada gilirannya tuntutan akan impor menurun pesat bersamaan dengan peningkatan produksi beras oleh para petani Asia sebagai respons terhadap kenaikan harga.

Namun, temuan penelitian tersebut juga menjadi berita yang cukup baik. Ternyata tidak sulit untuk menghindarkan dunia dari krisis beras pada tahun 2008. Oleh karena itu, cara tersebut dapat diterapkan untuk mengatasi potensi krisis pada masa depan. Karena perdagangan beras dunia sangat terbatas, peningkatan permintaan di pasar internasional sebesar 1 juta ton saja akan berdampak besar terhadap harga.

Untuk itu, penting menggabungkan pelonggaran kendali ekspor beras, terutama oleh India, Vietnam, dan China, di saat harga meningkat dengan pelepasan cadangan beras oleh negara-negara yang memiliki persediaan beras yang besar, seperti Jepang, China, dan Thailand.

Dalam jangka waktu panjang, koordinasi kebijakan beras perlu dikembangkan untuk memfasilitasi munculnya pasar beras internasional yang lebih sehat, dan tidak terlalu terkungkung, yang pada akhirnya tidak terlalu ”tipis”. Hal pertama yang dapat dipelajari dari krisis beras selama ini, tidak ada satu negara pun yang sendirian mampu memecahkan permasalahan krisis pangan global. Respons kebijakan jangka panjang untuk mengatasi kenaikan harga beras secara mendadak sebaiknya melibatkan koordinasi regional yang lebih baik dan menurunkan distorsi perdagangan, terutama dalam kerangka kerja ASEAN+3.

Kedua, pengembangan instrumen kebijakan yang lebih efektif dalam penawaran umum pembelian beras, dan stabilisasi harga juga akan membantu menghilangkan masalah. Ketiga, pengembangan upaya-upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian, dan dalam kasus tertentu mengurangi tarif impor juga akan membantu membuat fungsi pasar beras domestik lebih efisien.

Sjamsu Rahardja Ekonom Senior di Kantor Bank Dunia Jakarta

Sumber:http://cetak.kompas.com/read/2011/03/17/03070126/mencegah..krisis..beras.dunia.

Dewan Pemburu Rente

Oleh: Reza Syawawi

The phenomenon of corruption goes deep into the very nature of power in Indonesia.

(Richard Robison; The Rise of Capital, 1986)

Kutipan ini menggambarkan bahwa akar korupsi di Indonesia berasal dari kekuasaan politik.

Para aktor dan elite politik bermusyawarah tidak untuk memberikan kebaikan sebesar-besarnya bagi rakyat, tetapi justru berkolusi untuk menggerogoti dana-dana publik (APBN/APBD). Pembangunan gedung baru DPR menjadi bentuk perilaku korup para legislator dengan menggunakan kekuasaan yang melekat pada fungsi DPR, salah satunya menyangkut fungsi di bidang anggaran. Dengan fungsi ini, DPR telah mengabaikan penolakan publik atas pengalokasian anggaran pembangunan gedung baru tersebut.

Sikap ini juga bisa dipandang sebagai sikap apatis para anggota DPR terhadap keterpurukan perekonomian masyarakat Indonesia. DPR lebih memilih memperjuangkan kepentingan diri dan kroninya dengan menginjak-injak amanah pemilihnya. Meskipun menuai penolakan publik, pembangunan gedung setinggi 36 lantai dengan biaya Rp 1,3 triliun dipastikan tetap dilakukan (Kompas, 8/3).

Upaya pembangunan gedung ini telah menghabiskan anggaran negara hingga Rp 14,7 miliar, yang digunakan pada tahap awal perencanaan. Padahal, tahun 2010 telah dianggarkan Rp 250 miliar. Jika dikalkulasi, pembangunan gedung baru DPR ini tidak hanya berada pada kisaran Rp 1,3 triliun, tetapi akan sampai pada angka Rp 1,4 triliun (Fitra).

Kebohongan DPR

Inisiatif pembangunan gedung baru ini sejak awal telah dicurigai karena tidak berdasarkan argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan. DPR telah berbohong untuk memuluskan rencana pembangunan gedung.

Kebohongan diduga sebagai bentuk ”legalisasi” rencana pembangunan gedung baru DPR. Setidaknya DPR telah melakukan empat kebohongan.

Pertama, bohong tentang kemiringan gedung DPR. Klaim ”gedung miring” ini terbantahkan dengan sendirinya. Kedua, kebohongan DPR bahwa semua fraksi menyetujui rencana pembangunan. Fakta yang terungkap justru sebaliknya, Fraksi Gerindra ternyata telah dua kali menolak, yakni pada Oktober 2010 dan Januari 2011.

Kebohongan ini patut digugat dan diungkap karena Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, jika salah satu fraksi saja menolak usulan ini, pembangunan gedung baru akan dibatalkan. Ternyata, pascapenolakan Fraksi Gerindra, upaya pembangunan gedung tetap berlangsung.

Kini, fraksi yang menolak usulan sepertinya telah berbalik arah jadi mendukung. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR yang juga kader Fraksi Gerindra bahwa pembangunan akan tetap dilanjutkan (Kompas, 8/3).

Ketiga, kebohongan DPR menyangkut upaya perbaikan kinerja. Alasan ini masuk kategori kebohongan karena fakta yang ada justru sebaliknya. Fasilitas yang selama ini diberikan oleh negara kepada anggota DPR ternyata tidak berdampak meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan ketiga fungsi DPR: legislasi, pengawasan, dan anggaran (”Darurat Parlemen”, Kompas 13/1).

Keempat, kebohongan DPR yang ”mengambinghitamkan” karyawan DPR dalam penyediaan fasilitas rekreasi, seperti kolam renang, pada gedung baru. Padahal, tak ada survei apa pun yang bisa menjustifikasi bahwa karyawan DPR membutuhkan itu. Kebohongan-kebohongan ini jadi pelengkap dari permufakatan jahat parlemen untuk menggerogoti dana publik dengan ”topeng” pembangunan gedung baru. Fakta ini seharusnya menyadarkan masyarakat bahwa pilihan mereka untuk mewakilkan kepentingan melalui anggota DPR telah dikhianati.

Memburu rente

Kecurigaan adanya kepentingan bisnis di balik pembangunan gedung ini semakin tidak terbantahkan. Apalagi, tren menunjukkan, tidak sedikit anggota DPR yang memiliki latar belakang sebagai pebisnis.

Dalam sejarah politik di Indonesia, tampaklah bahwa akar korupsi terdapat dalam praktik pemburuan rente yang sudah berurat-akar sejak zaman prakemerdekaan. Para elite secara sistematis menggunakan pengaruhnya untuk memengaruhi setiap pengambilan keputusan dalam perencanaan anggaran.

Hal yang sama juga ditengarai terjadi pada tataran aktor dan elite politik di parlemen. Walaupun telah mengalami pemutakhiran, ternyata perilakunya tetap sama.

Konfigurasi semacam ini telah menjadi ”parasit” bagi negara, terutama dalam hal pengelolaan dana publik, sehingga inisiatif untuk menyejahterakan masyarakat hanya menjadi slogan semata.

Pembangunan gedung baru DPR yang bermasalah ini menyiratkan bahwa problem politik semacam ini sedang melanda DPR. Mereka seolah-olah bermetamorfosis dari wujud yang ideal (Dewan Perwakilan Rakyat) menjadi Dewan Pemburu Rente.

Reza Syawawi Peneliti Hukum dan Kebijakan TI Indonesia

Oleh:http://cetak.kompas.com/read/2011/03/17/03001754/dewan.pemburu.rente

Rabu, 16 Maret 2011

Lowongan Staff GIS

HPI-Agro


HPI-AGRO sebagai salah satu perusahaan afiliasi dengan PT Djarum adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri kepala sawit dengan areal lahan yang tersebar di wilayah Kalimantan. HPI-AGRO hingga saat ini telah menunjukkan keseriusan komitmennya melalui berbagai usaha, dimulai dari pencarian lahan, menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan masyarakat, hingga mengutamakan prinsip Good Agricultural Practice dalam pengelolaan operasional kebunnya

Staff GIS
(Kalimantan Barat)

Responsibilities:


Bertanggung jawab atas survey lahan dan pemetaan area menggunakan aplikasi GIS

Requirements:
  • S1 Kehutanan / Geodesi / Geografi
  • Usia maks. 35 tahun
  • Paham penggunaan GPS, Theodolit/Waterlevel, software MapSource, ArcGis/MapInfo
  • Pengalaman melaukan survey lahan, pengukuran & pemetaan perkebunan sawit min. 2 tahun

Kirimkan lamaran Anda ke e-mail:

recruitment.center@hpi-agro.com.
Tuliskan posisi yang Anda lamar sebagai subjek e-mail

Lowongan Forest Management Staff (1)

PT Korindo Abadi


URGENTLY REQUIRED
We are a multinational company that specialized in manufacturing, palm oil, forestry and financial services. As a growing global market player, we are looking for the best talents for new business development to fulfill below positions:

Forest Management Staff (1)
(Jakarta Raya)

Responsibilities:
  • Test and analyze samples in order to determine their content and characteristics, using laboratory apparatus and testing equipment
  • Collect and prepare solid and fluid samples for analysis
  • Assemble, operate, and maintain field and laboratory testing, measuring, and mechanical equipment, working as part of a crew when required
  • Compile and record testing and operational data for review and further analysis
  • Inspect engines for wear and defective parts, using equipment and measuring devices
  • Prepare notes, sketches, geological maps, and cross sections
  • Participate in geological, geophysical, geochemical, hydrographic or oceanographic surveys, prospecting field trips, exploratory drilling, well logging or underground mine survey programs
  • Plot information from aerial photographs, well logs, section descriptions, and other databases

    Requirements:
  • Male, maximum 35 years
  • S1 from reputable university majoring in Plantation, Civil Engineering
  • Fluent English is a must (TOEFL 530 up, TOEIC 700 up)
  • Project Administration of forestry and timber
  • Knowledge of business permit processing for Forestry
  • Excellent presentation skill, Able to analyze geography information sistem (GIS)
  • Fresh Graduated will be advantage

If your qualifications meet the above requirements, please send your application letter and CV (not later than March 31, 2011)

hr.recruitment@korindo.co.id
Only shortlisted applicants will be invited for interview

Lowongan Palm Oil Business Staff (1)

PT Korindo Abadi


URGENTLY REQUIRED

We are a multinational company that specialized in manufacturing, palm oil, forestry and financial services. As a growing global market player, we are looking for the best talents for new business development to fulfill below positions:

Palm Oil Business Staff (1)
(Jakarta Raya)

Responsibilities:
  • Check equipment to ensure that it is operating properly
  • Confer with other workers to discuss issues such as safety, cutting heights, or work needs
  • Fight forest fires or perform prescribed burning tasks under the direction of fire suppression officers or forestry technicians
  • Select or cut trees according to markings or sizes, types, or grades
  • Identify diseased or undesirable trees and remove them, using power saws or hand saws
  • Spray or inject vegetation with insecticides to kill insects or to protect against disease or with herbicides to reduce competing vegetation
  • Thin or space trees, using power thinning saws
  • Maintain tallies of trees examined and counted during tree marking or measuring efforts

    Requirements:
  • Female/Male, maximum 35 years
  • S1 from reputable university majoring in Plantation/ Agronomy /technology of agriculture
  • Fluent English is a must (TOEFL 550 up, TOEIC 800 up)
  • Project Administration of palm plantation and CPO mill
  • Knowledge of business permit processing for plantation

If your qualifications meet the above requirements, please send your application letter and CV (not later than March 31, 2011)

hr.recruitment@korindo.co.id
Only shortlisted applicants will be invited for interview

Lowongan Asisten Kebun (AKB)

HPI-Agro


HPI-AGRO sebagai salah satu perusahaan afiliasi dengan PT Djarum adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri kepala sawit dengan areal lahan yang tersebar di wilayah Kalimantan. HPI-AGRO hingga saat ini telah menunjukkan keseriusan komitmennya melalui berbagai usaha, dimulai dari pencarian lahan, menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan masyarakat, hingga mengutamakan prinsip Good Agricultural Practice dalam pengelolaan operasional kebunnya

Asisten Kebun (AKB)
(Kalimantan Barat)

Responsibilities:

Bertanggung jawab mengimplementasikan Good Agricultural Practice terkait pembukaan lahan, pembibitan, pemupukan dan pengendalian hama/penyakit tanaman

Requirements:
  • S1 Pertanian jurusan Budidaya Tanaman, Ilmu Tanah, Hama Penyakit Tanaman & Sosek
  • Usia Maks. 30 tahun
  • Mampu bertindak taktis dilapangan
  • Pengalaman sebagai Asisten Kebun di perkebunan besar min. 2 tahun
  • Terbuka untuk fresh graduate (non pengalaman) untuk posisi Asisten Kebun Trainee yang akan menjalani masa pelatihan selama 6 bulan

Kirimkan lamaran Anda ke e-mail:

recruitment.center@hpi-agro.com.
Tuliskan posisi yang Anda lamar sebagai subjek e-mail

Lowongan Technical Support - Perunggasan

PRIMA FEEDMILL, PT

PT. Sinta Prima Feedmill adalah produsen pakan ikan dan unggas terkemuka yang terus berkembang menjadi perusahaan terintegrasi di industri peternakan dan perikanan.

DIBUTUHKAN SEGERA

Technical Support - Perunggasan
Kualifikasi :
  • Pria, usia maksimal 30 tahun
  • Pendidikan S-1 Peternakan / Dokter Hewan dari universitas terkemuka
  • Menguasai skill presentasi dan Microsoft Office
  • Pengalaman dalam pemeliharan unggas, minimal 3 tahun sebagai supervisi broiler farm
  • Bersedia ditempatkan di daerah-daerah
  • Mempunyai SIM A

Bagi yang memenuhi kualifikasi dapat mengirimkan surat lamaran beserta pas photo terbaru (file maks. 100kb) ke :

rekrutmen@sintafeed.com

Lowongan Kepala Afdeling

Kepala Afdeling PT Union Sampoerna Triputra Persada                          Requirements Berusia antara 25 - 35 tahun Pendidik...